Tuesday, August 29, 2017

Penulis Buku ini Menolak Berpoligami

Pembaca mungkin sudah mengenal Fahd Pahdepie. Buku-buku nya tentang rumah tangga banyak diminati. Follower Facebooknya saat ini sudah mencapai 230 Ribuan. Namun postingan nya tentang poligami cukup mendapat perhatian netizen. Berikut Postingan nya yang viral tersebut.

***
Sumber : Facebook Fahd Pahdepie

RENCANA POLIGAMI?
Belakangan ini saya mulai sering mendapatkan komentar seperti di gambar ini. Mungkin terkait beberapa kasus yang belakangan ini marak terjadi. Hehehe 
Bagaimana pandangan saya tentang poligami? Saya punya pandangan pribadi tentang ini yang tak perlu saya jelaskan kepada teman-teman. Semua orang punya pemahaman tersendiri tentang masalah ini… Termasuk bahwa barang tentu semua orang punya konteksnya masing-masing.
Namun, sejak bertemu dengan seseorang yang memberitahu kepada saya bagaimana rasanya berada di tengah keluarga yang ayahnya berpoligami, sejak saat itu pula saya sudah menghapus kata itu dari benak dan hati saya. Sebutlah dia Si Eneng.
Ketika Si Eneng bercerita tentang betapa sakitnya menyaksikan ayah dan ibunya bercerai karena sang ayah berpoligami, saya mendengarkannya dengan saksama. Sebagai anak, ia berusaha objektif melihat persoalan itu, ia berupaya memandang positif apa yang dilakukan ayahnya, juga keputusan ibunya untuk mengakhiri hubungan rumah tangga yang mereka bangun lebih dari dua puluh tahun—karena merasa dikecewakan secara luar biasa.
Konon, hari-hari seteleh itu adalah tentang kebingungan dan kesedihan-kesedihan. Ia harus melihat bagaimana keluarganya berada dalam guncangan yang hebat karena masalah ini. Bagaimana sang ayah jadi kehilangan keseimbangan sekaligus navigasi. Bagaimana sang ibu harus menghadapi babak baru yang penuh dengan tekanan, kekecewaan, rasa malu, dan lainnya.
Juga bagaimana anak-anak di keluarga itu harus menanggung aneka konsekuensi dari keputusan yang mereka tidak terlibat di dalamnya… Dari mulai menyesuaikan diri dengan situasi keluarga yang tak lagi berjalan sebagaimana mestinya, hingga menghadapi gunjingan tetangga dan orang lain yang berusaha secara sok tahu dan sok mengerti masuk ke kehidupan mereka hanya untuk tersenyum sinis, tertawa, atau pura-pura peduli dengan mengatakan “Yang sabar ya, semua ini ujian” tanpa benar-benar tahu bagaimana rasanya hidup di dalam semua itu.
Di atas semua tafsir dan argumen tentang poligami, di luar apapun yang bisa dijelaskan tentangnya, bagi Si Eneng ini poligami lebih banyak mendatangkan madharat daripada manfaat. Lebih banyak membuat kekacauan daripada memunculkan kesetimbangan-kesetimbangn yang tak pernah benar-benar terjadi. Bagi Si Eneng, poligami memiliki efek dan dampak jangka panjang bagi psikologis anak-anak—seperi yang ia alami.
Anda boleh jadi tidak sependapat dan menolak argumen Si Eneng dengan pemahaman atau keyakinan Anda. Anda boleh berpikir bahwa Si Eneng mengarang belaka. Anda boleh merasa bahwa Si Eneng tidak mengerti hukum poligami.
Tetapi saya begitu percaya kepadanya. Saya meyakini apa yang dia ucapkan. Saya melihat sendiri bagaimana kesedihan dan kekecewaan itu mengubah hidup Si Eneng untuk selama-lamanya…
Sebab si Eneng adalah istri saya sendiri.

Jakarta, 27 Agustus 2017
FAHD PAHDEPIE

***
Bagaimana Pendapat pembaca? kamu boleh setuju atau tidak setuju. Silahkan berkomentar di kolom komentar. Kalo kamu suka postingan ini. Silahkan Share di sosmed kamu.



Artikel Terkait


EmoticonEmoticon